BUZZERSUKABUMI.COM - Insiden runtuhnya satu ruang kelas di SDN Batununggul, yang berada di Desa Karangmekar, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi peringatan penting terkait kondisi bangunan sekolah di wilayah tersebut. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (3/4/2026) itu mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat langkah perbaikan fasilitas pendidikan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memastikan bahwa ruang kelas yang ambruk telah dimasukkan dalam agenda prioritas pembangunan tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi sekolah yang selama ini dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak sekolah telah mengajukan perbaikan untuk tiga ruang kelas yang kondisinya sudah mengkhawatirkan. Namun, keterbatasan dana membuat perbaikan belum bisa dilakukan secara menyeluruh.
“Dari tiga ruangan yang diajukan, baru dua yang bisa diintervensi melalui APBD. Satu ruangan lainnya memang belum terealisasi, tetapi sudah masuk dalam program prioritas tahun ini melalui skema revitalisasi,” jelas Deden pada Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan bahwa ruang kelas yang roboh merupakan bagian dari tiga ruangan tersebut. Dua di antaranya telah lebih dulu diperbaiki, sementara satu ruang yang tersisa mengalami kerusakan lebih cepat dari perkiraan hingga akhirnya tidak mampu bertahan.
“Pembangunan dilakukan bertahap. Sayangnya, satu ruangan itu tidak bertahan dan keburu runtuh. Namun yang jelas, ini tidak dibiarkan. Kami berkomitmen menuntaskan semuanya,” tegasnya.
Menurut Deden, kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pihaknya. Ia juga telah menginstruksikan seluruh kepala sekolah di Kabupaten Sukabumi untuk lebih waspada terhadap kondisi fisik bangunan di lingkungan sekolah masing-masing.
“Cuaca saat ini cukup ekstrem. Kami minta para kepala sekolah lebih jeli melihat kondisi bangunan. Jika ada yang berpotensi membahayakan, sebaiknya tidak digunakan dulu untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Dinas Pendidikan menekankan bahwa keselamatan siswa dan tenaga pendidik harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, langkah pencegahan dinilai lebih penting daripada memaksakan penggunaan fasilitas yang berisiko.
Melalui program revitalisasi yang direncanakan pada 2026, pemerintah daerah berharap dapat mengatasi permasalahan infrastruktur pendidikan, terutama di wilayah rawan bencana dan terdampak cuaca ekstrem seperti Sukabumi bagian selatan. Peristiwa ini sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekolah serta memastikan standar keamanan bangunan tetap terjaga di tengah kondisi iklim yang semakin tidak menentu.
Komentar0