GpY8GfCiBUY0Gfd7BUOiBUG5BY==

Infrastruktur Jalan Rusak Jadi Sorotan, Sukabumi Butuh Rp58 Miliar untuk Perbaikan

“Memang kondisi saat ini hampir semua jalan di Kota Sukabumi banyak yang rusak.”

BUZZERSUKABUMI.COM - Kerusakan jalan di sejumlah titik di Kota Sukabumi kembali menjadi perhatian publik setelah insiden kecelakaan di ruas Ciaul Pasir, Kecamatan Cikole, viral di media sosial. Peristiwa tersebut mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan infrastruktur yang telah lama dikeluhkan warga.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, menegaskan bahwa pihaknya telah merespons cepat laporan yang masuk. Ia menyebut koordinasi langsung dilakukan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk meninjau kondisi di lapangan.

“Kami sudah menerima laporan dan langsung menyampaikan ke Dinas PUPR untuk melihat kondisi di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, kerusakan jalan bukan hanya terjadi di satu lokasi, melainkan hampir merata di berbagai wilayah Kota Sukabumi dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam menjaga kualitas infrastruktur.

“Memang kondisi saat ini hampir semua jalan di Kota Sukabumi banyak yang rusak,” katanya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mengajukan kebutuhan anggaran sekitar Rp58 miliar. Namun, keterbatasan keuangan daerah menjadi hambatan, terutama setelah adanya efisiensi anggaran sebelumnya yang mencapai Rp159 miliar.

“Total anggaran yang diajukan oleh PUPR sekitar Rp58 miliar untuk seluruh wilayah kota. Kita juga masih menunggu anggaran pusat,” ungkapnya.

Meski demikian, pemerintah kota tetap berkomitmen menjadikan perbaikan jalan sebagai prioritas utama. Wali Kota Sukabumi telah memberikan arahan agar dana yang tersedia nantinya difokuskan pada sektor infrastruktur, khususnya perbaikan jalan.

“Pak wali kota sudah menginstruksikan, ketika anggaran turun nanti akan difokuskan untuk perbaikan infrastruktur, khususnya jalan,” jelas Andang.

Selain itu, metode perbaikan yang akan digunakan juga direncanakan lebih tahan lama. Salah satunya adalah dengan sistem pengecoran yang dinilai lebih kuat dibandingkan metode sebelumnya.

“Insya Allah nanti akan dilakukan pengecoran,” tambahnya.

Insiden kecelakaan yang terjadi sebelumnya melibatkan seorang pengendara motor yang terjatuh akibat jalan berlubang di kawasan Ciaul Pasir. Kejadian ini memicu keluhan warga yang menilai kondisi jalan sudah lama rusak dan semakin memburuk saat musim hujan.

Warga juga menyoroti sistem drainase yang kurang optimal, sehingga air kerap menggenang dan mempercepat kerusakan jalan. Kondisi tersebut dinilai berbahaya bagi pengguna jalan dan membutuhkan penanganan serius.

Peristiwa yang viral ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan fisik semata, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Komentar0

Type above and press Enter to search.