GpY8GfCiBUY0Gfd7BUOiBUG5BY==

47 Kecamatan Baru Dilayani 12 Posko, Pemkab Sukabumi Dorong Penguatan Layanan Damkar

“Ini menyangkut penyelamatan nyawa, bukan sekadar pelayanan biasa.”

BUZZERSUKABUMI.COM - Layanan pemadam kebakaran di Kabupaten Sukabumi tengah menjadi perhatian serius. Dengan wilayah yang mencakup 47 kecamatan, keterbatasan jumlah posko, armada, alat pelindung diri (APD), hingga personel masih menjadi tantangan yang dihadapi di lapangan.

Situasi ini dibahas dalam pertemuan antara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dengan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, di Pendopo Sukabumi pada Rabu (8/4/2026). Agenda tersebut mencakup evaluasi kinerja sekaligus perencanaan program untuk tahun anggaran mendatang.

Kepala DPKP Kabupaten Sukabumi, Budianto, menjelaskan bahwa pihaknya tetap berusaha memberikan pelayanan maksimal meski sarana dan prasarana masih terbatas.

“Petugas kami tetap menjalankan tugas secara optimal, meskipun sebagian armada sudah sering mengalami kendala teknis dan dukungan APD masih belum memadai,” ujarnya.

Ia juga menyoroti belum tersedianya fasilitas pengisian SCBA secara mandiri serta terbatasnya peralatan penyelamatan standar untuk menangani berbagai situasi darurat, termasuk evakuasi hewan liar dan sarang tawon.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Erwin Adam Ridwan, mengungkapkan bahwa saat ini hanya terdapat 12 posko damkar yang aktif. Jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan luas wilayah.

“Dengan 47 kecamatan, idealnya terdapat sekitar 25 posko. Saat ini, satu posko bahkan harus melayani hingga lima kecamatan,” jelasnya.

Dari sisi sumber daya manusia, DPKP juga masih memerlukan tambahan sekitar 66 personel untuk memenuhi standar pelayanan minimal.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Andreas menegaskan bahwa layanan pemadam kebakaran merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.

“Ini bukan sekadar pelayanan biasa, tetapi menyangkut penyelamatan nyawa. Baik masyarakat maupun petugas di lapangan harus mendapatkan perlindungan maksimal,” tegasnya.

Ia pun meminta perangkat daerah terkait untuk memprioritaskan penguatan anggaran sektor pemadam kebakaran, termasuk peningkatan fasilitas, perlengkapan, serta dukungan operasional lainnya.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada identitas petugas melalui penyediaan seragam yang layak sebagai bentuk representasi pemerintah di tengah masyarakat.

Di tengah keterbatasan tersebut, DPKP tetap melakukan inovasi pelayanan, seperti menghadirkan program Damkar Cermat berbasis pengaduan real-time serta Fire Visit yang menyasar edukasi kebencanaan di sekolah dan instansi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem penanggulangan kebakaran yang lebih responsif, edukatif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Komentar0

Type above and press Enter to search.