BUZZERSUKABUMI.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan keseriusannya dalam menangani dampak bencana alam yang menimpa masyarakat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), memastikan proses bantuan perbaikan rumah warga terdampak banjir dan longsor di wilayah Babakan Cisarua, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, akan segera dipercepat.
Bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Desember 2024 lalu menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan parah. Isu ini kembali mencuat ke ruang publik setelah beredarnya unggahan di media sosial yang menampilkan kondisi rumah-rumah warga yang belum mendapatkan penanganan perbaikan.
Menanggapi hal tersebut, KDM langsung melakukan penelusuran terkait alur administrasi bantuan. Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa proposal bantuan perumahan tersebut ternyata tidak diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melainkan langsung ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Setelah kami telusuri, pengajuannya masuk ke BNPB, bukan ke Pemprov Jabar,” ujar KDM dalam sebuah pernyataan video yang beredar pada Jumat (9/1/2026).
Meski demikian, KDM menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak akan dibiarkan berlarut. Ia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar pengajuan bantuan dapat disesuaikan dengan mekanisme yang berlaku dan segera disampaikan ke pemerintah provinsi.
Menurutnya, setelah pengajuan resmi diterima, Pemprov Jawa Barat siap mengambil langkah nyata untuk membantu warga yang terdampak. Prioritas utama adalah mempercepat pemulihan tempat tinggal agar masyarakat bisa kembali menempati rumah yang aman dan layak huni.
“Kami akan memastikan ada tindak lanjut yang jelas, khususnya untuk sekitar 500 rumah warga yang terdampak bencana,” tegasnya.
Selain fokus pada pemulihan pascabencana, KDM juga menyoroti aspek pencegahan. Ia menilai banjir bandang yang melanda Sukabumi tidak terlepas dari kerusakan lingkungan di wilayah hulu, yang dipicu oleh aktivitas penambangan ilegal serta alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
Ia menekankan bahwa menjaga keseimbangan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Upaya perlindungan kawasan hijau dan penegakan aturan lingkungan dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko bencana serupa di masa depan.
“Kalau ingin terbebas dari banjir, lingkungan harus dijaga. Menanam pohon dan merawat alam adalah investasi jangka panjang,” ujarnya.
Respons cepat yang ditunjukkan Gubernur Jawa Barat ini diharapkan dapat memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi masyarakat terdampak di Desa Cidadap dan sekitarnya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus hadir, tidak hanya saat keadaan darurat, tetapi juga dalam memastikan proses pemulihan berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Komentar0