masukkan script iklan disini
BUZZERSUKABUMI.COM -Seorang warga Kota Sukabumi, Abdurohman (46), belakangan ini menjadi sorotan setelah kondisinya yang mengidap penyakit kulit langka tersebar luas di media sosial. Tubuhnya dipenuhi benjolan berbagai ukuran, dari kepala hingga kaki. Abdurohman tinggal bersama ayahnya, Hamdan (70), di Kampung Benteng Kidul, RT 02 RW 02, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong.
Lurah Benteng, Tri Hastuti, mengungkapkan bahwa pihak kelurahan baru mengetahui kondisi Abdurohman setelah adanya laporan dari warga. Saat dilakukan kunjungan ke rumahnya, ditemukan bahwa selain menderita penyakit langka, Abdurohman juga memiliki disabilitas intelektual dan tidak memiliki dokumen kependudukan.
"Informasi baru kami dapatkan setelah ada warga yang melapor. Ketika petugas melakukan pendataan sebelumnya, hanya bertemu dengan kepala keluarga. Tidak ada yang tahu bahwa di rumah itu ada warga dengan kondisi seperti ini," ujar Tri.
Ia juga menduga bahwa keterbatasan ekonomi dan rasa malu dari pihak keluarga menjadi alasan mengapa kondisi Abdurohman tidak diketahui lebih awal oleh pemerintah.
"Ada kemungkinan pihak keluarga merasa enggan terbuka karena faktor psikologis atau situasi pribadi lainnya. Tapi yang terpenting sekarang adalah mencari solusi dan memastikan Abdurohman mendapatkan penanganan yang layak," tambahnya.
Masalah administrasi seperti ketiadaan KTP pun kini telah mulai ditangani. Tri menyebutkan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk proses perekaman data, dan aktivasi BPJS juga sudah dilakukan agar Abdurohman bisa mendapat akses layanan kesehatan.
Diketahui, Abdurohman sempat menjalani pengobatan ketika masih kecil. Ia pernah dibawa berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung oleh ibunya. Namun sejak ibunya meninggal sekitar 10 tahun lalu, proses pengobatan terhenti.
“Sejak kecil sudah ada tanda-tanda penyakitnya. Saat masih bersekolah di SLB, sempat ditangani di RSHS. Tapi setelah ibunya wafat, pengobatan tidak dilanjutkan karena dianggap tidak menunjukkan perkembangan,” jelas Tri.
Hasil pemeriksaan medis awal menyebutkan bahwa Abdurohman menderita neurofibromatosis, yakni kelainan genetik pada sistem saraf yang menyebabkan pertumbuhan benjolan pada kulit. Saat ini, ia sudah mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dan telah menjalani biopsi untuk memastikan diagnosis.
"Kami bersama pihak kecamatan dan puskesmas mendampingi langsung ke UGD. Pagi tadi sudah dilakukan biopsi, hasilnya akan keluar dalam beberapa hari ke depan," ujar Tri. Ia juga menyampaikan bahwa menurut keterangan tim medis, kondisi tersebut tidak bersifat membahayakan dan dapat ditangani sesuai dengan anjuran dokter.