BUZZERSUKABUMI.COM - Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan setelah seorang siswi Sekolah Dasar (SD) gagal menyelesaikan ujian Olimpiade Sains Nasional (OSN) akibat terjadinya pemadaman listrik. Peristiwa tersebut memicu perhatian publik, terlebih setelah video yang memperlihatkan siswi tersebut menangis histeris beredar luas di media sosial.
Siswi bernama Nadya Putrinda Paramitha, yang merupakan pelajar kelas V SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, tidak dapat menuntaskan sesi terakhir ujian OSN mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang berlangsung pada pukul 13.00 hingga 14.00 WIB. Pemadaman listrik yang terjadi di tengah proses ujian membuat waktu pengerjaan habis sebelum seluruh soal berhasil diselesaikan.
Padahal, Nadya diketahui telah melakukan persiapan secara intensif selama kurang lebih enam bulan demi mengikuti ajang akademik tingkat nasional tersebut. Perjuangannya yang terhenti di tengah jalan pun menuai rasa simpati dari berbagai pihak.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriadi, menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang dialami Nadya. Menurutnya, peristiwa tersebut sangat disayangkan karena telah menghambat perjuangan seorang anak yang memiliki semangat tinggi untuk mengharumkan nama daerah.
Ferry menilai bahwa kejadian ini perlu mendapat perhatian serius, baik dari sisi pelayanan publik maupun aspek kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan meminta penjelasan resmi dari PLN terkait penyebab terjadinya pemadaman listrik, termasuk menelusuri apakah sebelumnya telah ada pemberitahuan kepada masyarakat.
Selain itu, Ferry menyoroti pentingnya tanggung jawab penyedia layanan publik terhadap masyarakat. Ia menilai perlu adanya keseimbangan antara kewajiban pelanggan dan kualitas pelayanan yang diberikan.
Menurutnya, selama ini masyarakat selalu dituntut untuk membayar tagihan listrik tepat waktu dan akan dikenai sanksi apabila terlambat. Namun, ketika terjadi gangguan layanan yang berdampak besar dan merugikan masyarakat, bentuk pertanggungjawaban dari penyedia layanan sering kali belum terlihat secara jelas.
Ferry juga mengajak semua pihak untuk melihat peristiwa ini dari sudut pandang kemanusiaan. Ia mengingatkan bahwa kejadian tersebut bisa saja menimpa siapa pun dan tentu akan menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga yang terdampak.
Lebih lanjut, ia berharap PLN dapat melakukan evaluasi serta meningkatkan kualitas pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Menurutnya, masyarakat telah menjalankan kewajibannya dengan baik sebagai pelanggan, sehingga pelayanan yang optimal juga harus menjadi prioritas utama.
Kasus yang dialami Nadya menjadi pengingat bahwa infrastruktur pendukung, termasuk pasokan listrik yang stabil, memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran kegiatan pendidikan, terutama pada pelaksanaan ujian berbasis teknologi yang menentukan masa depan para peserta didik.

Komentar0