GpY8GfCiBUY0Gfd7BUOiBUG5BY==

Green Waqf LWMUI Dapat Dukungan Emil Salim, Ulama Dinilai Punya Peran Penting Jaga Lingkungan

Green WGreen Waqf LWMUI Dapat Dukungan Emil Salim, Ulama Dinilai Punya Peran Penting Jaga Lingkunganaqf LWMUI Dapat Dukungan Emil Salim, Ulama Dinilai Punya Peran Penting Jaga Lingkungan

BUZZERSUKABUMI.COM - Tokoh lingkungan hidup Indonesia, Emil Salim, menyampaikan dukungannya terhadap program Green Waqf atau wakaf hijau yang digagas Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia bersama sejumlah mitra strategis.

Menurut Emil Salim, gerakan wakaf berbasis pelestarian lingkungan tersebut berpotensi menjadi gerakan sosial yang melibatkan masyarakat luas dengan dukungan ulama dan tokoh agama.

“Ulama dan pesantren harus menjadi motor penggerak kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Emil Salim saat menerima silaturahmi Tim Kerja Green Waqf LWMUI yang dipimpin Guntur Subagja Mahardika di kawasan Patra Kuningan, Jakarta.

Program Green Waqf dijalankan melalui kolaborasi sejumlah lembaga, di antaranya Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI, Islamic Dakwah Fund MUI, Emil Salim Institute, Yayasan Mitra Mikro, Insan Tani dan Nelayan Indonesia, serta Arus Baru Indonesia.

Dalam program tersebut, Lembaga Wakaf MUI bertindak sebagai koordinator utama, sedangkan implementasi dilakukan secara bersama-sama oleh para mitra.

Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah anggota Tim Green Waqf, seperti Enang Kurniawan Padma, Subagio, Sugijanto Soewandi, Agus Syabarudin, Akbar Hasyemi, Deris, Amilia, Neng Fitria, Ibrahim Hamdani, hingga praktisi green fashion Riena Zee.

Emil Salim menilai kondisi lingkungan di Indonesia saat ini semakin memprihatinkan. Kerusakan lingkungan disebut menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir, longsor, hingga dampak perubahan iklim yang semakin luas.

Sementara itu, Guntur Subagja Mahardika menjelaskan Green Waqf merupakan gerakan yang mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memulihkan lingkungan hidup. Program ini memiliki tiga fokus utama, yakni Wakaf Hutan, Wakaf Hijau Konservasi, dan Wakaf Hijau Produktif.

Pada program Wakaf Hutan, masyarakat diajak berwakaf untuk membantu pembelian lahan yang nantinya akan ditanami pohon-pohon endemik sebagai penyerap karbon, penghasil oksigen, dan penjaga cadangan air.

Selain itu, Wakaf Hijau Konservasi difokuskan pada pemulihan lahan kritis di kawasan konservasi, bantaran sungai, serta area rawan kerusakan lingkungan lainnya.

LWMUI juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah maupun sektor korporasi untuk mendukung reforestasi hutan lindung dan rehabilitasi lahan kritis.

Di sisi lain, Wakaf Hijau Produktif diarahkan pada pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga industri hilir berbasis wakaf produktif.

Guntur berharap program tersebut dapat membantu buruh tani dan keluarga kurang mampu dalam memanfaatkan lahan wakaf maupun lahan negara yang belum produktif menjadi area pertanian dan perkebunan yang menghasilkan.

Hasil pengelolaan wakaf produktif nantinya akan disalurkan kepada penerima manfaat atau maukuf alaih guna mendukung pengentasan kemiskinan, pendidikan, dakwah, dan pelestarian lingkungan.

Program Green Waqf sendiri dikembangkan melalui wakaf aset tidak bergerak seperti tanah, maupun aset bergerak berupa uang dan instrumen keuangan syariah, seperti deposito syariah, reksa dana syariah, sukuk, hingga emas.

Gerakan tersebut telah dimulai sejak peringatan Hari Lingkungan Hidup 2025 melalui penanaman 300 pohon bambu di bantaran Sungai Ciliwung, perbatasan Jakarta Selatan dan Kota Depok, Jawa Barat.

Komentar0

Type above and press Enter to search.