BUZZERSUKABUMI.COM - Peran guru kini tidak lagi terbatas di ruang kelas. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mulai memperluas kontribusinya dengan meluncurkan program peduli lingkungan yang berfokus pada penanganan sampah.
Program tersebut diumumkan dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar pada Sabtu (25/4/2026) di Aula Kantor Kecamatan Palabuhanratu. Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam menjawab persoalan sampah yang kian mendesak di wilayah tersebut.
Ketua PGRI Cabang Palabuhanratu, Febri Bayu Nugraha, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai aksi nyata, bukan sekadar gagasan.
“Untuk program jangka pendek, kami fokus pada kontribusi nyata terhadap lingkungan, khususnya penanganan sampah di Palabuhanratu. Ini bukan hanya wacana, tetapi akan kita jalankan secara terstruktur,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Program ini bahkan telah mendapat respons positif dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi.
“Kami sudah berkomunikasi dengan DLH dan sambutannya sangat baik. Ke depan akan dibentuk tim khusus yang melibatkan guru untuk mengelola program ini secara langsung di lapangan,” jelasnya.
Tidak hanya berdiri sendiri, program ini akan diintegrasikan dengan agenda pembangunan di tingkat kecamatan agar memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Dukungan juga datang dari Plt Camat Palabuhanratu, Sutopo, yang mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. Guru dinilai memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat.
Bayu menegaskan bahwa kekuatan utama program ini terletak pada sinergi berbagai pihak.
“Sinergi menjadi kunci. Guru memiliki peran strategis tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam membangun kesadaran masyarakat, termasuk soal lingkungan,” tambahnya.
Program ini dinilai sebagai langkah progresif karena menempatkan guru sebagai pelopor perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah. Melalui pendekatan edukatif, kesadaran lingkungan diharapkan tumbuh dari sekolah dan meluas ke masyarakat.
Selain program jangka pendek, rakor tersebut juga membahas rencana jangka menengah dan panjang. Namun, prioritas saat ini adalah memastikan program pengelolaan sampah berjalan optimal dan menjadi contoh kolaborasi yang efektif.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam mendukung isu lingkungan. Dengan keterlibatan aktif guru, program ini diharapkan mampu menciptakan dampak nyata sekaligus membentuk generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan.
“Harapan kami, ini menjadi gerakan bersama. Guru bergerak, masyarakat tergerak, dan lingkungan pun terjaga,” pungkas Bayu.
Komentar0