BUZZERSUKABUMI.COM - Pemerintah Kota Sukabumi terus mencari solusi untuk menekan tingginya angka pengangguran. Salah satu langkah yang ditempuh melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) adalah membuka akses kerja ke luar negeri dengan target memberangkatkan 3.500 pekerja migran pada tahun 2026.
Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, mengungkapkan bahwa proses pendataan calon pekerja migran telah dilakukan hingga ke tingkat kelurahan. Dari pendataan sementara, sekitar 500 warga telah terdaftar dan dinyatakan siap mengikuti tahap pembekalan dan pelatihan.
Ia menyampaikan bahwa peluang kerja yang dibuka mencakup sejumlah negara tujuan, di antaranya Korea Selatan, Jepang, serta beberapa negara lain. Hingga saat ini, proses pendataan masih terus berlangsung untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.
Menurut Punjul, seluruh calon pekerja akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan keterampilan sebelum diberangkatkan. Penguasaan bahasa negara tujuan menjadi syarat penting, yang dilengkapi dengan uji kompetensi guna memastikan kesiapan dan kualitas tenaga kerja.
Setelah dinyatakan lulus pelatihan dan ujian, para calon pekerja akan segera diberangkatkan. Langkah ini dilakukan agar mereka memiliki kemampuan yang memadai serta mampu bersaing di dunia kerja internasional.
Dalam hal pembiayaan, Disnaker Kota Sukabumi bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan pihak perbankan untuk menyediakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) Imigran. Skema pembiayaan ini diharapkan dapat membantu calon pekerja dalam memenuhi kebutuhan biaya keberangkatan secara resmi dan aman.
Punjul menambahkan, program penempatan kerja ke luar negeri ini tidak hanya bertujuan mengurangi pengangguran, tetapi juga sebagai upaya pencegahan terhadap praktik tindak pidana perdagangan orang. Ia optimistis, dengan sistem yang terarah dan legal, tingkat pengangguran serta risiko TPPO di Kota Sukabumi dapat ditekan secara signifikan.
Komentar0