Korban yang lahir pada 28 Juli 2024 itu ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB setelah sebelumnya dinyatakan hilang selama kurang lebih dua setengah jam. Tubuhnya terlihat mengambang di dalam sumur yang berada sekitar 50 meter dari rumahnya.
Kapolsek Ciracap, AKP Taufick Hadian, menjelaskan berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika korban bermain di sekitar halaman rumah pada pukul 16.00 WIB. Saat itu, sang ibu sempat mengajak anaknya masuk ke dalam rumah.
Namun, tanpa disadari orang tuanya, balita tersebut kembali keluar rumah. Mengetahui anaknya tidak berada di dalam rumah, keluarga bersama warga sekitar langsung melakukan pencarian di sejumlah titik.
> "Korban sempat dibawa masuk ke rumah oleh ibunya. Tetapi tanpa sepengetahuan orang tuanya, korban kembali keluar sehingga keluarga dan warga langsung melakukan pencarian," ujar AKP Taufick Hadian.
Pencarian berakhir tragis ketika seorang warga bernama Egi melihat sosok anak kecil mengambang di dalam sumur milik Muslih. Temuan tersebut segera diberitahukan kepada keluarga korban dan warga yang ikut mencari.
Seorang warga lainnya, Wagianto, kemudian turun ke dalam sumur untuk mengevakuasi korban. Setelah berhasil diangkat ke permukaan, balita tersebut dipastikan telah meninggal dunia.
Mendapat laporan dari masyarakat, anggota Polsek Ciracap langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga korban terjatuh ke dalam sumur setelah lepas dari pengawasan orang tuanya saat bermain. Sumur tempat ditemukannya korban diketahui masih aktif digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga terkait penanganan lebih lanjut. Keluarga korban memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan menandatangani surat pernyataan resmi.
> "Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban disemayamkan di rumah duka dan direncanakan dimakamkan pada Minggu (28/6/2026) di pemakaman umum setempat," kata AKP Taufick Hadian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar lingkungan yang memiliki potensi bahaya seperti sumur, kolam, maupun saluran air terbuka.
Komentar0