GpY8GfCiBUY0Gfd7BUOiBUG5BY==

Menjelajah Cibitung: Dari Deru Curug hingga Sidat yang Mendunia.

Desa Cibitung menyimpan pesona lengkap—dari megahnya Curug Cikaso hingga sidat yang menembus pasar dunia. Alam, budaya, dan ekonomi lokal berpadu jadi pengalaman yang layak dijelajahi.

BUZZERSUKABUMI.COM - Pagi di Kecamatan Cibitung dimulai dengan suara alam. Gemuruh air dari Curug Cikaso berpadu dengan semilir angin dari arah Samudra Hindia, menciptakan lanskap yang tak hanya indah, tapi juga menyimpan cerita tentang potensi besar yang belum sepenuhnya tergali.

Selama ini, Cibitung kerap dipandang sebagai wilayah selatan yang “jauh dari pusat”. Namun justru dari kejauhan itulah, kecamatan seluas 8.679,96 hektare ini menyimpan kekayaan yang lengkap—alam, budaya, hingga ekonomi berbasis masyarakat.

Perjalanan menyusuri Cibitung seperti membuka lembar demi lembar kejutan. Dari Leuwi Kokok yang tenang, Muara Cikaso dan Karangbolong yang liar, hingga Laut Cikawung dengan karakter ombak khas selatan. Jika ingin melihat dari sudut berbeda, Puncak Pantun dan Puncak Kekebet menyajikan panorama hijau yang seolah tak berujung.

Di balik keindahan itu, kehidupan masyarakat berjalan dengan ritme produktif. Sungai Cikaso tak hanya menjadi bagian dari lanskap, tetapi juga sumber penghidupan. Dari alirannya, ikan sidat dibudidayakan—komoditas bernilai tinggi yang kini telah menembus pasar internasional.

Cibitung pun tidak berhenti di alam dan perikanan. Di sudut-sudut desa, tangan-tangan terampil menganyam daun pandan dan bambu menjadi produk bernilai seni. Sementara dari dapur-dapur sederhana, lahir kuliner khas seperti opak ketan, noga suuk, dan noga kelapa yang menyimpan cita rasa tradisi.

Camat Cibitung, Hodan Firmansyah, menyebut bahwa kekuatan utama daerah ini terletak pada keberagaman potensi yang saling melengkapi.

“Cibitung ini lengkap. Tinggal bagaimana kita mengemas dan memasarkannya agar dikenal lebih luas,” ujarnya.

Upaya itu kini mulai diarahkan lebih serius. Pemerintah kecamatan mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas, salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas gedung IKM di Surade sebagai pusat promosi dan pemasaran produk lokal.

Perlahan, wajah Cibitung pun mulai berubah. Bukan lagi sekadar wilayah yang dilewati, tetapi destinasi yang layak dituju.

Sebab di Cibitung, setiap sudut bukan hanya menawarkan pemandangan—melainkan pengalaman.

Komentar0

Type above and press Enter to search.